Merupakan suatu program terapi yang disusun untuk  memfasilitasi proses sensori motorik anak, guna menunjang tumbuh kembangnya. Program ini juga dapat meningkatkan kemampuan fokus dan rentang atensi, serta membantu meningkatkan komunikasi dua arah dan kemandirian dalam aktivitas  keseharian anak.

Anak-anak dengan gangguan proses sensori dapat memperlihatkan  respon yang kurang adaptif di lingkungan sosialnya;  seperti salah satunya;  tidak mau dipeluk. Anak sangat aktif dan cenderung tidak dapat duduk tenang ataupun malah tidak mau banyak bergerak dan hanya duduk-duduk saja, sangat senang ataupun malah menghindari aktivitas ekstrim ( seperti berayun, berada diketinggian, melompat lompat), dalam bergaul dengan teman, anak kesulitan mengontrol tenaga, senang mendorong, mencubit ataupun menggigit  orang lain,  ataupun senang menutup telinga walaupun tidak ada suara yang mengganggunya. Sehingga anak sering mengalami kesulitan dalam pergaulan nya di sekolah atau dilingkungan sosial disekitarnya.

Dengan melakukan terapi okupasi / program Sensosi Integrasi, diharapkan gangguan-gangguan tersebut dapat dikurangi -minimal dikurangi- sehingga anak dapat lebih  diterima bergaul dilingkungan sosialnya/ disekolah.